Java Jazz Sebagai Event Yang Membangkitkan Nama Indonesia

Java Jazz Sebagai Event Yang Membangkitkan Nama Indonesia

Exploring Indonesia.

Inilah tema yang sekali lagi diusung oleh salah satu pagelaran musik jazz terbesar di dunia. Diadakan di Jakarta setiap tahunnya semenjak 2005, event musikal ini tidak bukan dan tidak lain adalah Jakarta International Java Jazz Festival (JJF)!

Ya, buat kalian para penggemar musik Jazz, kalian pasti sudah menandai tanggal 3 hingga 5 Maret 2017 nanti. Sekali lagi Jakarta akan menjadi tuan rumah pagelaran musik yang senantiasa menarik hampir 50,000 penggemar musik jazz dari seluruh dunia setiap tahunnya tanpa gagal.

Well, siapa sih yang mau ketinggalan penampilan kelas atas dari artis-artis besar internasional yang didatangkan oleh panitia setiap tahunnya itu? Selama 5 tahun terakhir ini, banyak artis musik mancanegara yang menjadi pengisi acara di festival musik keren ini. Sebut saja contohnya seperti David Foster, Carlos Santana, James Brown, Stevie Wonder, dan banyak lainnya!

Hebat, bukan?

Yang lebih hebatnya lagi, panitia telah menyulap pagelaran musik jazz akbar tahunan ini menjadi salah satu media untuk mempromosikan Indonesia, baik dari segi seni dan budaya, ke mata dunia. Tidak perlu susah-susah, lihat saja tema dan design yang diusung setiap tahunnya mulai dari pertama kali acara ini digelar pada tahun 2005.

Bagaimana caranya mereka mempromosikan Indonesia di sela-sela pagelaran musik akbar dunia itu?

Java Jazz Sebagai Event Yang Membangkitkan Nama Indonesia2

Sumber: Ponky Sutanto

Jawabannya adalah dengan memanfaatkan tema dan branding yang kuat, panitia JJF hampir selalu mengusung tema yang nasionalis.

Sebagai informasi, pada tahun 2005 hingga 2007, JJF mengusung tema “Bringing the World to Indonesia” dengan tujuan mengumpulkan talenta-talenta musik jazz dunia untuk bermain dalam satu panggung di Jakarta.
Java Jazz Sebagai Event Yang Membangkitkan Nama Indonesia5

Sumber: JKT GO

Sementara pada tahun 2008 JJF mengusung tema “Taste the Spirit of Jazz”. Kemudian pada tahun 2009 tema yang diusung adalah “It’s A Festival For All”.

Baca juga 3 Event Prasiwisata Ter-legendaris tahun 2016

Pada tahun 2010, panitia kembali mengusung tema yang mempromosikan Indonesia ke mata dunia, yakni “Jazzin’ Up Remarkable Indonesia” kemudian disusul dengan “Harmony Under One Nation In Remarkable Indonesia” pada 2011.

Java Jazz Sebagai Event Yang Membangkitkan Nama Indonesia4

Sumber: Indo Indians

Pada tahun 2012, panitia mencoba menanamkan image yang kuat bahwa Indonesia adalah rumah bagi setiap pecinta Jazz dunia dengan mengusung tema “Where Jazz Finds A Home”. Sedangkan pada tahun 2013, tema yang diusung adalah, “Jazz Up The World” dan disusul oleh kembalinya tema “Bringing the World to Indonesia” pada tahun 2014.
Dan untuk dua tahun terakhir, yakni tahun 2015 dan 2016, panitia mengusung tema promosional yang baru untuk Indonesia, yakni “Exploring Indonesia”. Tema ini pun kembali dilanjutkan pada pagelaran yang ke-13 pada tahun 2017 ini.

Dari segi branding, terutama 3 tahun ini dengan tema “Exploring Indonesia”, pihak panitia memperkenalkan seni dan budaya Indonesia melalui logo. Bisa kita lihat pada gambar-gambar yang ditampilkan sepanjang artikel ini. Logo yang dipakai adalah Barong, Rumah Gadang, dan pada tahun ini tak lain tak bukan adalah ikon khas betawi, Ondel-Ondel.

Lalu, apa dampak konsep nusantara Java Jazz Festival?

Java Jazz Sebagai Event Yang Membangkitkan Nama Indonesia3

Sumber: Si Momot

Dari keberhasilan JJF 12 tahun terakhir ini (2005-2016), kita dapat melihat betapa besarnya efek dari eksekusi konsep matang yang didukung dengan promosi dan juga branding jitu. Dengan mudah JJF dapat menarik turis, baik lokal ataupun mancanegara, serta membangkitkan nama Indonesia di dunia musik maupun pariwisata. Dengan demikian, JJF pun dapat kita jadikan contoh untuk membuat event-event besar berskala internasional selanjutnya.

Tentu saja untuk mengkonsepkan dan mengeksekusi event dengan skala JJF tidak mudah dan perlu perencanaan juga persiapan yang panjang dan matang. Tapi, jika satu JJF saja sudah bisa memperkenalkan Indonesia ke mata dunia sambil menarik turis mancanegara ke Jakarta, bayangkanlah betapa berkembangnya Indonesia ke depannya jika dalam satu tahun ada lebih banyak panggung internasional yang dapat turut mempromosikan Indonesia ke mata dunia di kota-kota besar lainnya!

Di sinilah peran dari sekolah-sekolah kejuruan serta universitas perhotelan dan pariwisata dalam mendidik para murid mereka untuk menjadi lebih dari sekedar pekerja operasional. Dengan adanya universitas yang dapat mendidik para mahasiswa/i mereka untuk menjadi konseptor dan eksekutor handal dalam event-event skala internasional, bukan tidak mungkin jika ke depannya Indonesia akan menjadi tuan rumah untuk event-event besar di bidang lainnya juga.

Jadi, jangan pernah meremehkan konsep, branding, dan promosi yang dieksekusi dengan baik dalam sebuah event. Jadilah salah satu konseptor, manajer, atau eksekutor yang professional untuk turut membangkitkan nama Indonesia di dunia melalui event-event lainnya!

Cheers for jazz music and Indonesia!

Sumber gambar utama: Sumber: Destinasia News

1 comment

  1. Pingback: Catat Event Pariwisata Festival Budaya Indonesia 2017 Ini

Have your say