Lulusan Hospitality Business

6 Alasan Mengapa Lulusan Hospitality Business di Indonesia sangat Penting!

“Pariwisata sebagai penyumbang PDB, Devisa dan Lapangan Kerja yang paling mudah dan murah”, Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc – Menteri Pariwisata RI

John Naisbitt dalam buku “The World’s Largest Industry“ menyatakan bahwa pariwisata merupakan industri terbesar di dunia. Tidak heran rasanya pernyataan ini mengingat bahwa kunjungan wisatawan asing terus-terusan meningkat setiap tahunnya.

Berwisata juga kini menjadi bagian dari gaya hidup, hal ini bisa kamu lihat dengan banyaknya program traveling di berbagai media dan juga para influencer traveling di media sosial. Hal ini menunjukkan betapa besar minat masyarakat untuk berwisata.

Fenomena ini tentu berdampak pada industri dan bisnis pariwisata, khususnya di Indonesia. Tidak heran hal ini membuat lulusan hospitality business di Indonesia kian dibutuhkan. Nggak hanya itu, inilah uraian alasan mengapa lulusan hospitality business sangat penting di Indonesia!

1. Pariwisata penyumbang PDB nasional dan yang tertinggi di ASEAN

Lulusan Hospitality Business

Sumber: Jural Min

Produk Domestik Bruto atau PDB nasional yang berasal dari sektor pariwisata mencapai nilai 10%. Persentase ini merupakan yang tertinggi dari negara-negara di ASEAN, bahkan lebih tinggi dari negara seperti Thailand yang terkenal akan industri pariwisatanya!

Selain itu, angka ini juga terus bertumbuh hingga 4.8% dengan trend yang naik hingga 6.8%. Angka yang jauh lebih tinggi jika kita bandingkan dengan sektor lain seperti agrikultur, manufaktur otomotif, dan pertambangan. Hal ini tentu menuntut sumber daya manusia yang kompatibel untuk terus mempertahankan atau bahkan memaksimalkan potensi PDB dari sektor pariwisata.

2. Penyumbang Devisa Nasional peringkat ke-4

Lulusan Hospitality Business

Sumber: Peter-Facebook

Selain kontribusi PDB yang besar, industri pariwisata juga berkontribusi besar dalam menyumbang devisa negara.

Devisa negara yang diterima dari sektor pariwisata mencapai 1 juta USD dan menghasilkan PDB sebesar 1,7 Juta USD atau 170%, tertinggi dibanding industri lainnya! Angka yang sangat besar jika dibandingkan industri konvensional pada umumnya.

Sebagai penyumbang devisa nasional, industri pariwisata menduduki peringkat ke-4 sebesar 9.3%. Namun dalam hal pertumbuhan, industri pariwisata menduduki peringkat tertinggi, yaitu sebesar 13%. Bahkan ketika dibandingkan dengan industri pertambangan seperti gas bumi, batubara, dan minyak kelapa sawit yang pertumbuhannya bahkan negatif.

Apalagi, biaya marketing yang diperlukan dalam industri pariwisata hanya sebesar 2% dari proyeksi devisa yang dihasilkan.

3. Membuka lapangan pekerjaan

Lulusan Hospitality Business

Sumber: Geralt

Untuk negara berkembang seperti Indonesia, ketersediaan lapangan pekerjaan sangatlah penting untuk menopang ekonomi. Industri pariwisata sendiri menyumbang hingga 9,8 juta lapangan pekerjaan atau sebesar 8.4%.

Hal ini membuat pariwisata menempati urutan ke-4 dalam kontribusinya dalam membuka lapangan pekerjaan jika dibandingan sektor lainnya.

Bahkan dalam kurun waktu lima tahun saja, sektor pariwisata mampu meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan baru hingga tumbuh 30%. Hal ini membuatnya secara langsung memperkerjakan lebih banyak tenaga kerja dibadingkan sektor lain (kecuali pendidikan, ritel, dan pertanian).

4. Asset pariwisata yang semakin berkembang

Lulusan Hospitality Business

Sumber: Pikavia

Di Indonesia sendiri, pariwisata seperti tidak akan ada matinya. Hal ini disebabkan aset pariwisata Indonesia yang masih belum tereksplorasi semuanya. Setiap tahun bahkan ada saja objek wisata atau tren wisata baru dalam lingkup domestik yang tentunya akan meningkatkan pamor wisata domestik.

Sebut saja obyek-obyek wisata baru yang populer seperti perkambungan Wae Rebo atau Raja Ampat di Papua yang bahkan termasyur hingga tingkat Internasional. Maka dari itu, diperlukan tenaga dan usaha lebih untuk terus mengeksplorasi potensi pariwisata yang ada di Indonesia.

5. Membuka berbagai peluang kerja baru

Lulusan Hospitality Business

Sumber: Pixabay

Mengembangkan industri pariwisata sendiri berarti kamu membuka banyak peluang karir bagi berbagai bidang pekerjaan yang tidak kamu duga sebenarnya berkaitan dengan industri pariwisata.

Seperti data yang dilansir Vista Education, secara keseluruhan Industri pariwisata melibatkan berbagai bidang seperti bidang perhotelan 37%, kuliner 11%, pendidikan 8%, keuangan 8%, event & pariwisata 6%, komunikasi dan media 3%, ritel barang mewah 2%, administrasi 2%, dan berbagai bidang lainnya hingga 23%!

Dengan berkembangnya Industri pariwisata, artinya banyak bidang ilmu lainnya yang juga akan ikut berkembang dan terangkat.

6. Indonesia masih kekurangan Tenaga Kerja Hospitality Business

Lulusan Hospitality Business

Sumber: Clancy Docwra

Kelima alasan sebelumnya mungkin secara tidak langsung memang mempengaruhi betapa dibutuhkannya para pelaku hospitality business. Namun alasan terakhir inilah yang membuat kamu para lulusan hospitality business.

Jumlah sumber daya manusia yang diperlukan pada 2017 dalam industri pariwisata mencapai 2.440.000 dan hal ini masih jauh di atas jumlah sumber daya yang dimiliki Indonesia dalam bidang ini.

Tentu setelah mengetahui betapa pentingnya peran para lulusan hospitality business, kamu semakin tertarik dan penasaran untuk mempelajari lebih dalam industri ini, bukan? Untuk itu, kamu bisa mencoba mempelajarinya melalui jurusan hospitality business di Universitas Prasetya Mulya yang memang sudah terkenal di bidang business-nya!

Have your say