Hotel bersejarah

9 Hotel-Hotel Bersejarah di Indonesia Yang Mempunyai Daya Jual Tinggi!

Banyak sekali yang jadi pertimbangan seseorang dalam memilih hotel untuk disinggahi. Hotel-hotel bersejarah berikut memiliki nilai jual yang mungkin sulit dimiliki oleh hotel lainnya. Nggak heran kadang nilai sejarah ini dijadikan nilai unik yang sangat menjual.

Nggak cuma nilai sejarah, hotel bersejarah yang ada di Indonesia ini juga memiliki arsitektur yang sangat memukau. Yuk, intip beberapa hotel bersejarah yang ada di Indonesia.

Hotel Bersejarah di Indonesia

1. Hotel Hermitage – Jakarta

Hotel bersejarah

Sumber gambar: Best Jakarta Hotels

Gedung Hotel Hermitage awalnya berfungsi sebagai kantor telekomunikasi Belanda bernama Telefoongebouw. Namun saat Indonesia merdeka, gedung inipun beralih fungsi menjadi kantor departemen Pendidikan dan Pengajaran.

Sebelum kemudian menjadi Hotel dengan nama Hermitage pada 2008, gedung ini juga sempat menjadi kantor Presiden Soekarno dan kampus Universitas Bung Karno hingga akhir 1990-an.

Meski memiliki usia yang tua, hotel ini tetap terlihat mewah dengan arsitektur klasik-nya dan dihargai sebagai hotel bintang lima!

2. Hotel Majapahit – Surabaya

Hotel bersejarah

Sumber: Kompasiana

Hotel yang dibangun oleh Lucas Martin Sarkies asal Armenia pada tahun 1936 ini awalnya bernama Oranje Hotel. Pada saat Perang Dunia II, hotel ini sempat diambil alih pemerintahan Jepang dan berubah nama menjadi Yamato Hoteru.

Selepas Indonesia merdeka, sempat ada kejadian perobekan kain biru pada bendera Belanda yang dikibarkan oleh Mastiff Carbolic menjadi bendera merah putih oleh masyarakat. Kejadian terjadi pada 19 September 1945.

Sarkies kemudian sempat mengambil alih kembali hotel tersebut pada 1946, dan mengganti namanya L.M.S sebelum kemudian pada 1969 diubah lagi menjadi The Majapahit. Hotel ini dikelola oleh Mandarin Oriental Group sepuluh tahun kemudian.

Salah satu kamar bersejarah di hotel ini adalah kamar bernomor 33 yang pernah disinggahi aktor Charlie Chaplin pada tahun 1936.

3. Hotel Savoy Homann Bidakara – Bandung

Hotel bersejarah

Sumber gambar: Booking

Hotel ini awalnya bernama Hotel Homman, sesuai dengan nama pemiliknya yang berasal dari Jerman dan dibangun pada 1871. Hotel ini awalnya terbuat dari bambu sebelum dibangun ulang pada 1880 dengan bata.

Namun gedung yang ada kini dibangun pada 1937 oleh arsitek Belanda bernama A.F. Albers dengan gaya art deco. Pada saat itu, nama hotel ini kemudian berubah menjadi Savoy Homman Hotel.

Hotel ini sempat dibeli oleh Panghegar Group sebelum akhirnya dibeli oleh Bidakara Group pada 2000 dan berubah menjadi Savoy Homann Bidakara Hotel. Sama seperti hotel Majapahit, aktor Charlie Chaplin juga pernah singgah di sini saat kunjungannya ke Indonesia.

Terdapat tiga kamar bersejarah di hotel ini yang pernah disinggahi para tokoh bersejarah Konferensi Asia-Afrika pada 1955. Ketiga kamar dengan tipe Jomman Suite ini diberi nama kamar Jawaharlal Nehru (mantan Perdana Menteri India), kamar Soekarno, dan kamar Cho En Lai (mantan Perdana Menteri RRC).

4. Hotel Salak The Heritage – Bogor

Hotel bersejarah

Sumber gambar: HSTHBogor

Hotel Salak The Heritage adalah salah satu hotel peninggalan kolonial Belanda. Awalnya, hotel favorit para Belanda yang menghuni Batavia ini diberi nama Belleveu Dibbets.

Dibangun pada 1856, hotel ini dibangun sebagai hotel peristirahatan. Nggak heran mengingat Bogor dulu dijuluki Buitenzorg yang berarti kota untuk beristirahat dalam bahasa Belanda. Hotel ini juga kerap menjadi tempat bertemunya pada pemilik kebun dan pekerja pemerintahan karena Buitenzorg juga merupakan pusat penelitian flora tropis Jawa serta perkebunan.

Hotel ini sempat dijadikan markas Militer Jepang pada masa pendudukannya. Hingga pada 1948 kembali difungsikan sebagai hotel dengan nama Hotel Salak sebelum pada 1998 berganti nama menjadi Hotel Salak the Heritage dan dilakukan pembangunan beberapa gedung baru.

Gedung asli hotel ini kemudian menjadi bagian wajah hotel disebut sebagai Colonial Floor.

5. Hotel Indonesia Kempinski – Jakarta

Hotel bersejarah

Sumber gambar: Kempinski Hotel

Hotel yang dibangun berkat hasil rampasan perang dengan Jepang ini merupakan gedung tertinggi dan hotel bintang lima pertama di Ibu Kota Jakarta! Hotel ini dibangun untuk menyambut Asian Games keempat pada 1962 dan digunakan untuk menampung para pejabat tinggi yang mendampingi para atlet yang berkompetisi saat itu dan juga beberapa atlet.

Hotel ini awalnya bernama Hotel Indonesia sebelum berubah menjadi Hotel Indonesia Kempinski saat pergantian pengelola menjadi Kempinski Group. Hotel yang digagaskan oleh Presiden Soekarno ini memiliki restoran yang melegenda bernama Signatures Restaurant yang sering disinggahi kelurga Presiden Soekarno untuk bersantap makanan.

Sebuah meja favorit Presiden Soekarno-pun ada di salah satu sudut restaurant ini dan dihiasi foto Presiden saat bersama John F. Kennedy!

6. Hotel Ambarrukmo Palace – Yogyakarta


Hotel bersejarah

Sumber gambar: Trip Advisor

Awalnya Pesanggrahan Ambarrukmo dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono V, sebelum kemudian pada 1895 sampai 1897 direnovasi oleh Sultan Hamengku Buwono VII untuk menjamu tamu kesultanan. Namun selepas Sultan Hamengku Buwono VII turun tahta, ia menjadikan tempat ini kediamannya.

Saat Presiden Soekarno menggagas pembangunan empat hoter berstandar Internasional pertama di Indonesia, tempat ini juga menjadi salah satu diantaranya bersama Hotel Indonesia.
Hotel mewah pertama di Jogjakarta ini kemudian diresmikan dengan nama Hotel Ambarrukmo pada tahun 1966.

Area yang menjadi Hotel Ambarrukmo kini dulunya juga merupakan area kebon raja sampai gandok kiwo (yang berarti paviliun sebelah kiri) semasa kesultanan Hamengku Buwono VII.

Hotel ini sempat terlantar pada 2005 sebelum kemudian jaringan Hotel Santika mengambil alih pada 2011 dan memberikan nyawa baru pada hotel ini dan merubah namanya menjadi Ambarukkmo Palace Hotel. Di dalam hotel ini juga terdapat banyak karya seni seniman legendaris Indonesia.

7. Inna Bali Heritage Hotel – Bali

Hotel bersejarah

Sumber gambar: Rent by Owner

Hotel yang berada di Jalan Veteran kota Denpasar ini dibangun semasa kolonialisasi pada 22 Agustus 1927. Hotel yang awalnya diberi nama Bali Hotel ini menjadi hotel pertama di Bali yang melayari para wisatawan pada masa itu.

Dekade awal hotel ini beroperasi, wisatawan asing yang singgah di hotel ini mencapai seratus wisatawan yang kala itu singgah ke Bali dengan kapal uap Koninklijke Paketvaart Maatschappij yang berlabuh di Buleleng.

Kini hotel ini berganti nama menjadi Inna Bali Hotel dan masih memiliki gaya arsitektur klasik yang bersejarah.

8. Hotel Sriwijaya – Jakarta

Hotel bersejarah

Sumber gambar: Kekunaan

Awalnya bangunan ini merupakan sebuah restaurant milik Conrad Alexander Willem Cavadino yang dibangun pada 1863. Cavadio kemudian mengubah bangunan ini menjadi hotel pada 1872 dengan nama Cavadino Hotel. Sempat berganti nama beberapa kali, hotel ini kini lebih dikenal dengan nama Hotel Sriwijaya sejak 1950-an.

Gaya arsitektur bangunan ini sama sekali tidak berubah sehingga kamu bisa sedikit merasakan bagaimana rasanya menginap pada masa penjajahan Belanda. Bahkan “Hospitality is Our Heritage” menjadi tagline dari hotel ini untuk menonjolkan sisi sejarah dan budaya yang ada di hotel ini.

9. Graha Cakra – Malang

Hotel bersejarah

Sumber gambar: Flickr

Di Malang terdapat beberapa hotel bersejarah, salah satunya adalah Graha Cakra, sebuah hotel berbintang tiga yang terletak di Jalan Cerme 16.

Awalnya bangunan ini digunakan sebagai gedung Radio Republik Indonesia (RRI) malang. Namun bangunan ini sempat hancur karena peperangan pada 1947. Arsitektur bangunan hotel ini sendiri bergaya Niuwe Bouwen yang sempat populer pada 1935 yang merupakan istilah dari aliran gaya international. Bangunan hotel ini sendiri merupakan karya arsitek Belanda, bernama Ir. Mulder.


Nilai sejarah memang perlu dilestarikan, apalagi bila nilai tersebut bisa dijadikan bisnis yang menguntungkan sembari menjaga sejarah yang tersimpan. Hotel-hotel bersejarah barusan merupakan bukti bagaimana nilai sejarah bisa menjadi nilai bisnis yang menggiurkan.

Untuk mendalami bisnis perhotelan lebih dalam lagi, Prasetiya Mulya juga memiliki program-program studi seputar hospitality dan bisnis pariwisata yang akan membantumu menguasai industri perhotelan.

Tunggu apa lagi, segera buka situs resmi Prasetiya Mulya dan temukan program studi yang sesuai dengan peminatanmu!

Sumber gambar utama: Pinterest

Have your say