tempat wisata non-alam

7 Tempat Wisata Non-Alam yang Bisa Mengangkat Pariwisata Indonesia

Tidak hanya menyimpan keindahan alam yang asri saja, sebenarnya Indonesia juga memiliki berbagai tempat wisata non-alam yang mengagumkan. Mulai dari lokasi bersejarah, museum, galeri seni, sampai lokasi unik untuk wisata budaya. Ingin tahu apa saja tempat wisata non-alam yang berpotensi untuk mengangkat pariwisata di Indonesia? Mari kita simak tujuh lokasi wisata berikut ini!

Tempat Wisata Non-Alam yang Berpotensi Tinggi Mengangkat Pariwisata Indonesia

1. Museum Bank Indonesia

tempat wisata non-alam

Sumber: Expedia
Kota tua di Jakarta memang memiliki berbagai tempat wisata non-alam yang menarik untuk dikunjungi, namun museum Bank Indonesia (BI) tetaplah yang paling berpotensi untuk menarik perhatian para turis. Tidak hanya merupakan museum yang paling terawat di Jakarta, museum BI juga menawarkan sudut pandang yang unik dalam memperlihatkan sejarah negara kepulauan kita.

Bila kebanyakan museum menyorot kisah perjuangan kemerdekaan Indonesia, Bank Indonesia menyorot sejarah dari segi kekayaan dan juga perdagangan di nusantara. Dengan mengunjungi museum BI, turis dapat mengetahui bagaimana kekayaan alam Indonesia mempengaruhi desain-desain gedung BI dan apa saja usaha BI dalam menstabilkan ekonomi pasca kemerdekaan Indonesia.

2. Monumen Nasional

tempat wisata non-alam

Sumber: Koran Perdjoeangan
Sejarah dari setiap negeri amatlah dan berbeda satu sama lainnya. Oleh karena itu, sejarah tetap menjadi salah satu hal utama yang dapat menarik minat wisatawan. Bila kita berbicara soal sejarah bangsa Indonesia, Monumen Nasional (Monas) adalah tempat yang wajib didatangi, baik oleh wisatawan mancanegara maupun dalam negeri.

Di tengah padatnya kesibukan ibukata, Monas terletak di tengah-tengah pekarangan hijau yang memanjakan mata. Taman teduh yang dilengkapi dengan jalan batu luas di sekitar Monas amat cocok bagi turis yang ingin merenggangkan kaki di pagi hari. Bagi turis yang ingin melihat sejarah Indonesia, mereka dapat memulainya dengan memasuki area tugu Monas.

Dinding yang mengelilingi tugu Monas terbuat dari ukiran timbul yang menggambarkan sejarah panjang Indonesia ‒ mulai dari masa keemasan kerajaan Hindu dan Buddha, hingga ke era modern Indonesia. Selain ukiran dan diorama, Monas juga menyimpan sejumlah benda dengan nilai sejarah tak ternilai, seperti naskah asli proklamasi kemerdekaan Indonesia.

3. Galeri Nasional Indonesia

tempat wisata non-alam

Sumber: outoftheboxindonesia
Galeri seni merupakan pilihan tempat wisata non-alam yang tepat bagi turis untuk berjalan-jalan sambil merilekskan pikiran. Di Galeri Nasional Indonesia, turis-turis dapat menyaksikan hasil karya dan ekspresi seniman Indonesia terhadap fenomena-fenomena di sekitar mereka. Terdapat berbagai karya seni, mulai dari tahun 1950an hingga koleksi-koleksi abad 21, yang dapat dinikmati oleh para pengunjung.

Selain koleksi tetap, Galeri Nasional Indonesia juga membuka pameran temporer secara berkala. Untuk memudahkan pengunjung yang ingin mengetahui daftar koleksi dan juga jadwal dari pameran temporer tematis, mereka dapat melihatnya di situs Galeri Nasional Indonesia.

4. Candi Borobudur

tempat wisata non-alam

Sumber: Tibetan Buddhist Rimé Institute
Borobudur merupakan tempat wisata non-alam yang paling terkenal di Indonesia. Bagaimana tidak? Nilai kebudayaan yang disimpan oleh tempat ini amatlah signifikan. Kompleks kuil yang dibangun pada abad ke-8 ini merupakan monumen Buddha terhebat di dunia.

Seluruh kompleks kuil Candi Borobudur didirikan dalam rupa bunga lotus, simbol kesucian raga, bahasa, dan pikiran. Pembagian struktur secara vertikal ke dalam tiga bagian ‒ dasar, tubuh, dan struktur atas ‒ sejalan dengan pembagian kosmologis agama Buddha ‒ kamadhatu, rupadhatu, dan arupadhatu. Sepuluh tingkat teras Borobudur yang berakhir pada stupa monumental menggambarkan sepuluh tingkat yang harus dicapai Bodhisatwa sebelum mencapai pencerahan.

Tidak hanya bagi wisatawan beragama Buddha saja, sebagai hasil pernikahan antara kepercayaan dan seni arsitektur, Borobudur memiliki potensi tinggi sebagai lokasi wisata yang dapat mengangkat Indonesia.

5. Bukit Pemakaman Tana Toraja

tempat wisata non-alam

Sumber: Berita Daerah
Meskipun terdengar mengerikan, lokasi-lokasi dengan tema kematian selalu memiliki daya tarik tersendiri. Apalagi bila tema tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan budaya lokal suatu daerah yang tidak terjamah pengaruh luar.

Selama ratusan tahun, budaya ritual kematian di Tana Toraja tidak pernah berubah. Keaslian dan orisinalitas itulah yang menjadikan Tana Toraja sebuah tempat wisata non-alam yang terus memiliki potensi pariwisata tinggi.

Selain melihat ritual-ritual penduduk lokal, terdapat sejumlah lokasi pemakaman yang seringkali dikunjungi wisatawan. Salah satunya adalah Lemo, sebuah bukit pemakaman yang dihiasi dengan Tau-Tau ‒ boneka kayu representasi anggota keluarga yang sudah meninggal. Ada juga gua pemakaman di Londa dan Bori Pariding, dimana pengunjung dapat melihat ratusan pilar batu yang mengenang tindakan-tindakan bajik orang yang dikubur di sana. Selain itu, terdapat desa Kete Kesu yang diklasifikasikan oleh UNESCO sebagai world heritage site.

6. Keraton Yogyakarta

tempat wisata non-alam

Sumber: bello.id
Lokasi selanjutnya yang memiliki potensi besar untuk mengangkat pariwisata Indonesia adalah kompleks Keraton Yogyakarta. Di dalam kompleks Keraton, wisatawan dapat melihat-lihat seni arsitektur bangsawan lokal yang unik. Ditambah dengan bantuan seorang pemandu, para wisatawan juga dapat mengetahui pusaka-pusaka Keraton dan juga kisah di baliknya.

Selain melihat-lihat kompleks istana, wisatawan juga dapat mengunjungi Taman Sari. Taman yang dulunya merupakan bagian dari kesultanan Yogyakarta ini terdiri dari kolam-kolam untuk mandi, bersantai, dan juga bermeditasi. Walaupun dulunya memiliki empat area dengan danau buatan, hanya kompleks untuk mandi yang sekarang tersisa di Taman Sari.

7. Taman Mini Indonesia Indah

tempat wisata non-alam

Sumber: lil things blogger
Salah satu pesona dan daya tarik Indonesia adalah keberagaman orang-orang serta budaya yang ada di dalamnya. Hal tersebutlah yang ingin disajikan oleh Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Konsep dasar TMII sendiri adalah sebuah taman miniatur yang merepresentasikan kekayaan budaya dari 34provinsi di Indonesia, walaupun anjungan Kalimantan Utara masih disajikan berbarengan dengan anjungan Kalimantan Timur.

Dalam area wisata seluas 150 hektar ini, terdapat beragam lokasi menarik, termasuk 18 museum dengan tema-tema tersendiri. Tujuan menarik lainnya adalah 33 anjungan yang dibuat mengelilingi miniatur daerah kepulauan Indonesia. Setiap anjungan akan menunjukkan rumah adat, pakaian tradisional, kesenian, dan benda-benda budaya lainnya dari provinsi di Indonesia. Di luar itu, masih ada sejumlah taman rekreasi, teater Keong Emas, pemancingan, dan masih banyak hiburan lainnya.

TMII merupakan tempat wisata non-alam tepat bagi mereka yang ingin mengenal budaya Indonesia secara umum sebelum mengunjungi lokasi-lokasi spesifik.


Dari lokasi-lokasi di atas, dapat dilihat bahwa Indonesia mempunyai potensial pariwisata yang amat besar, bahkan dari tempat wisata non-alamnya! Bahkan, masih banyak lokasi potensial lainnya yang belum diulas, sebut saja Candi Prambanan ataupun Gereja Ayam di Magelang.

Jika kamu tertarik untuk mengambil peran dalam pariwisata nasional dan membantu membangkitkan potensi sesungguhnya dari turisme Indonesia, kamu bisa mendaftar ke jurusan event dan hospitality dari Universitas Prasetiya Mulya. Selain itu, kamu juga bisa mengikuti blog Prasmul Tourism untuk mendapatkan lebih banyak informasi mengenai dunia pariwisata.

 

Sumber gambar utama: Last trip with Baba

Have your say