Asian Games 2018

Dari Jembatan Ampera hingga Punti Kayu, Inilah Potensi Pariwisata Palembang Menjelang Asian Games 2018

Tahukah kamu kalau Asian Games tahun 2018 nanti akan diadakan di Indonesia? Walaupun tadinya Hanoi sudah dipilih untuk menyelenggarakan Asian Games 2018, negara Vietnam ternyata mengundurkan diri dari posisi tersebut di momen-momen terakhir. Alhasil, posisi tuan rumah Asian Games jatuh pada kota Jakarta dan Palembang.

Walaupun mendapatkan posisi penyelenggara dengan cara yang tidak terduga, Indonesia tetap siap untuk menjadi tuan rumah dan menerima berbagai tamu asing. Mulai dari persiapan maskot, pembangunan infrastruktur bangunan, hingga peningkatan transportasi sudah dilaksanakan untuk memastikan acara Asian Games dapat berlangsung lancar.

Asian Games 2018

Sumber: Roni Situmorang
Tapi, tentunya perlu diingat juga bahwa Asian Games 2018 ini akan menjadi kesempatan yang amat baik untuk memasarkan pariwisata Indonesia. Nah, dalam kesempatan ini, kita akan membahas berbagai potensi pariwisata yang dimiliki oleh salah satu kota lokasi Asian Games 2018, Palembang.

Mengenal Berbagai Potensi Pariwisata Kota Palembang, Lokasi Asian Games 2018

Sekanak Heritage Village

Asian Games 2018

Sumber: robbysnt
Sebagai salah satu kota tertua di Indonesia, sudah sepantasnya kalau Palembang memiliki kawasan wisata dengan tema bangunan-bangunan klasik. Oleh karena itulah, Peraturan Walikota Palembang Nomor 16 Tahun 2017 ditetapkan untuk menatur soal pengelolaan kawasan Sekanak sebagai destinasi wisata dengan tema kota tua.

Pasalnya, mayoritas bangunan yang berlokasi di Sekanak merupakan bangunan tua peninggalan Belanda. Beberapa di antaranya adalah gedung kantor Van Jacobson Van Den Berg & Co, gudang rokok Commodore, bioskop Rex, dan masih banyak lagi.

Walaupun saat ini Sekanak masih belum optimal untuk dikunjungi wisatawan, Pemkot Palembang berniat untuk membangkitkan potensi kawasan tersebut. Mulai dari perbaikan trotoar, restorasi gedung-gedung berarsitektur Belanda, hingga akses transportasi via jalur sungai sudah direncanakan. Selain itu, ada juga rencana agar Sekanak menjadi kawasan khusus pejalanan kaki ketika malam hari. Bila seluruh rencana tersebut dapat selesai sebelum Sea Games 2018, Sekanak dijamin bakal ramai dikunjungi turis mancanegara!

Jembatan Ampera dan Sungai Musi

Asian Games 2018

Sumber: Aneka Tempat Wisata
Apa sih landmark pertama yang terlintas kalau membicarakan soal kota Palembang? Tentu saja jembatan Ampera yang terletak tepat di jantung Palembang dan menghubungkan kedua belahan kota tersebut.

Ketika jembatan Ampera dibuka pertama kalinya pada tahun 1965, landmark ini diharapkan dapat menjadi ikon Indonesia yang mampu menyaingi jembatan Tower Bridge di London. Tidak heran kalau dari segi ukuran, jembatan Ampera cukup mirip dengan jembatan London. Total panjang jembatan Ampera adalah 224 m, sementara jembatan London panjangnya 244 m. Kalau dari segi lebarnya, jembatan Ampera mencapai 22 m, sementara jembatan London lebarnya 18 m.

Tidak hanya itu, kedua jembatan juga memiliki segmen yang bisa diangkat untuk mengakomodasi kapal besar yang ingin melintasi sungai. Sayangnya, karena alasan menghambat lalu lintas jalan, jembatan Ampera sudah tidak pernah dibuka lagi untuk jalur lintasan kapal besar sejak tahun 1970. Padahal, saingan awalnya di London masih beroperasi dalam membuka jalur kapal hingga sekarang.

Meskipun terdapat kendala demikian, jembatan Ampera tetaplah menjadi landmark utama kota Palembang yang tidak kalah hebat. Apalagi bila kita memperhitungkan perannya sebagai pendukung wisata lain di sungai Musi. Ketika para wisatawan mengunjungi berbagai rumah makan terapung di sungai Musi, mereka dapat menikmati hidangan pindang ikan patin yang khas selagi mengapresiasi konstruksi jembatan Ampera.

Pulau Kemaro

Asian Games 2018Sumber: Aneka Tempat Wisata
Sekitar 6 km dari jembatan Ampera terdapat delta kecil yang dikenal sebagai pulau Kemaro. Landmark utama dari pulau tersebut adalah pagoda 9 lantai yang baru dibangun pada tahun 2006, klenteng Hok Tjing Rio yang sudah ada dari tahun 1962, serta makam Pangeran Tan Bu An dan Putri Siti Fatimah.

Selain sebagai lokasi ziarah umat Buddha, wisatawan yang datang ke sini juga dapat menikmati berbagai jajanan di pulau Kemaro. Salah satu aktivitas yang cukup digemari adalah bersantai dengan minum air kelapa sambil menyaksikan sibuknya lalu lintas kapal di sungai Musi.

Taman Wisata Alam Punti Kayu

Asian Games 2018

Sumber: my motivations blogspot
Taman Punti Kayu merupakan kawasan hutan lindung yang kemudian dibuka sebagai lokasi wisata alam pada tahun 1986. Dalam area seluas 50 hektar ini, pengunjung dapat menemukan berbagai macam kekayaan flora dan fauna. Dari segi flora, terdapat pohon pinus, akasia, mahoni, talog, dan pulai yang menghiasi taman. Sementara itu, fauna yang kerap ditemui mencakup kera ekor panjang, tupai, musang, dan berbagai jenis burung.

Selain program pengamatan satwa, masih ada sejumlah lokasi hiburan lain di dalam Taman Punti Kayu. Dengan menyewa perahu sepeda (paddle boat), pengunjung dapat menjelajahi area rawa hutan lindung. Ada juga area waterpark dimana pengunjung bisa berenang dan bermain air. Bagi pengunjung yang ingin bersantai sambil berfoto, terdapat area dengan berbagai miniatur landmark internasional.


Ternyata kota Palembang punya potensi wisata yang cukup besar. Selain beberapa tempat di atas, masih ada lokasi wisata lainnya yang belum diulas. Sebut saja Benteng Kuto Besak, Taman Wisata Kambang Iwak, pusat kerajinan ukir kota Palembang, ataupun berbagai taman bermain di Palembang.

Memang, tidak semua lokasi tersebut berada dalam kondisi optimal. Namun, semoga keberadaan Asian Games 2018 dapat mendorong pengembangan lokasi-lokasi tersebut!

Nah, bila kamu tertarik dengan berita mengenai pariwisata Indonesia, jangan lupa untuk mengikuti blog Prasmul Tourism, ya!

Sumber gambar utama: Indonesia.travel

Have your say