Endeso Featured

Dua Mahasiswa Event dan Tourism Prasmul Membangun Endeso, Startup Homestay khas Indonesia

Ketika dunia pendidikan, kewirausahaan, dan pariwisata saling bertemu dan memberikan kesempatan untuk sukses, sudah selayaknya bagi kita untuk memanfaatkan hal tersebut. Inilah yang terjadi kepada Andre Farquhar Barusman dan Syarova Soraya, dua mahasiswa cerdas dari Jurusan Event and Tourism Universtias Prasetiya Mulya yang mengambil kesempatan tersebut untuk membangun startup milik mereka sendiri, Endeso.

Endeso merupakan startup yang bergerak dalam industri pariwisata. Lebih tepatnya, Endeso menjalankan bisnis homestay yang unik, karena mengusung elemen budaya bangsa di dalamnya. Jadi, layanan yang ditawarkan bukanlah pengalaman homestay biasa. Endeso justru menyajikan pilihan_ homestay_ khusus yang dekat dengan lokasi wisata budaya dan alam yang tersebar di seluruh Indonesia. Ini menjadikan pengalaman homestay yang ditawarkan Endeso terjangkau dan memiliki nuansa Indonesia yang kental, tidak seperti program homestay lainnya.

Biar kamu lebih akrab dengan bisnis yang satu ini, yuk kita lihat perjalanan mereka dalam membangun homestay Endeso. Seperti apa cerita mereka?

Kisah Dibalik Suksesnya Endeso

Petualangan di Malam Musim Dingin

Endeso 1

Sumber: The Lisbon Lights

Semua berawal dari pribadi Andre yang aktif mengikuti kegiatan AISEC pada tahun lalu. Pada suatu kesempatan, ia dipercaya untuk menjalankan tugas sebagai volunteer pertukaran pelajar ke Portugal dan tinggal di Lisbon.

Ketika ia sudah memasuki periode liburan musim dingin, Andre bersama rekan-rekan seperjuangannya memutuskan untuk mengeksplor Portugal lebih jauh dan mendalam. Perjalanan liburan ini dilakukan secara mendadak tanpa rencana. Dengan kendaraan dan transportasi yang tersedia, maka dilakukanlah perjalanan dari jalan ke jalan, kota ke kota hingga subuh menjelang.

Sampailah akhirnya mereka di kawasan pinggiran Portugal, tepatnya di sebuah kota kecil yang meriah dan terang benderang. Dikarenakan rombongan Andre membutuhkan hotel untuk singgah, maka kelompok kecilnyapun akhirnya mengunjungi beberapa hotel dan penginapan satu per satu, mencari kamar kosong.

Namun, waktu subuh di musim liburan membuat ketersediaan kamar kosong hampir tidak mungkin. Ada kamar yang tersedia, namun dikarenakan dua kondisi yang sudah disebutkan sebelumnya, akhirnya biaya yang dikeluarkan terlampau mahal.

Ketika mereka sedang menumpang taksi untuk pulang ke Lisbon, Andre menceritakan kepada supir kondisi mereka, yang kemudian berujung pada penawaran untuk tinggal di rumah pak supir. Hal ini membuat Andre berpikir ulang tentang industri pariwisata dan hospitality yang ada.

Apa hal yang membuat mencari penginapan begitu sulit? Andre berpikir bahwa seharusnya ada solusi di mana setiap orang bisa menemukan tempat tinggal kapan saja, tanpa peduli waktu dan musim. Yang paling penting, harga yang ditawarkan harus tetap terjangkau. Untuk memenuhi kebutuhan seperti ini, Andre berpikir bahwa hotel bukanlah satu-satunya tawaran yang bisa diberikan.

Berpulang ke Negeri Tercinta

Endeso 2

Sumber: Endeso

Ketika berpulang ke Indonesia, Andre ingin tahu apakah kondisi tanah airnya juga sama dengan di Portugal. Terlebih lagi, industri homestay di bumi pertiwi belum terlalu menemukan pasarnya. Selain itu, ia juga berpikir apa lagi hal unik yang bisa dilakukan secara berbeda di Indonesia dengan kesempatan yang tepat.

Ketika kembali lagi melanjutkan aktivitas kuliah, Ia mengaak teman seperjuangan akademiknya untuk berdiskusi tentang pengalamannya. Dari hasil diskusinya, keduanya memutuskan untuk menjalani usaha membuat layanan penyediaan homestay khas Indonesia. Keduanya kemudian menamakan usaha mereka sebagai Endeso.

Konsep awal yang disepakati adalah membuat solusi mengenai pengadaan layanan homestay di Indonesia. Berbekal pengalaman dan ilmu akademis yang sudah dimiliki dari hasil kuliah dan berorganisasi, Andre dan rekannya sepakat untuk mewujudkan business plan mereka. Langkah utama yang dilakukan adalah meluruskan dan merapikan konsep bisnis yang dimiliki, berkonsultasi dengan beberapa teman dekat, dosen, serta ahli lainnya di industri pariwisata dan hospitality, kemudian membuat riset pasar.

Temuan para Founder

Endeso 3

Sumber: A SMART Traveller

Dari hasil riset pasar, yang keduanya temukan ada beberapa hal. Pertama, selera konsumen Indonesia untuk homestay adalah satu: kualitas menengah ke atas. Itu salah satu alasan banyak permasalahan homestay urban yang tidak mendulang pengunjung, karena kualitasnya tidak memuaskan. Kualitas yang memuaskan bisa terlihat dari banyak hal, kebersihan, keraphian, keutuhan ruang, hingga kelengkapan barang di dalamnya.

Kedua, homestay yang baik, bagi turis internasional ataupun warga lokal, tidak sepatutnya hanya berdiri sebagai tempat tinggal saja. Tujuan utama dari sebuah homestay adalah memberikan pengalaman pariwisata kepada yang tinggal. Yang diinginkan para responden riset justru pengalaman otentik dan khas dari wilayah setempat.

Dari sini, muncullah ide untuk membuat homestay yang bisa memberikan pengalaman otentik kultural khas Indonesia. Bagaimana caranya? Andre dan Syarova kemudian membentuk sebuah tim untuk mendirikan usaha yang bisa menawarkan pengalaman tersebut.

Kelahiran Endeso

Endeso 4

Sumber: Endeso

Setelah mendapatkan validasi tersebut, sekitar bulan Maret-April 2017 konseptualisasi dan bingkai kerja untuk platform bisnis pun di mulai. Platform online dirancang untuk memudahkan pengguna mencari dan menemukan -homestay_ berkualitas tinggi di lokasi yang ingin dikunjungi.

Di saat yang bersamaan, tim Endeso juga melakukan perjalanan keliling Indonesia untuk mencai partner homestay yang unik dan berkualitas. Dimulai dari yang paling dekat, wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat, hingga berujung ke Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, dan banyak wilayah lainnya.

Hal yang dilakukan tim adalah melakukan pendekatan ke pemilik rumah, lokasi homestay, dan penginapan wisata agar turut bergabung ke dalam platform. Namun, hasil pendekatan ini tidak semudah bergabung di media sosial, justru banyak sekali yang tertutup dengan digitalisasi dan merasa bisnisnya terancam. Ada pula yang hanya merasa prosesnya terlalu ribet dan tidak mengerti apa itu internet. Tantangan seperti inilah yang harus dihadapi startup ini. Namun, dengan upaya ekstra, akhirnya beberapa lokasi homestay pun akhirnya bergabung di hari-hari awal.

Pengalaman Kultural Unik

Endeso 5

Sumber: Endeso

Terlepas sukses peluncuran platform-nya, masih ada secuil pengalaman unik yang dibutuhkan oleh Endeso. Selain penginapan homestay, Endeso juga dirancang untuk bsia memberikan solusi pengalaman kultural Indonesia.

Dalam platform-nya, pengguna bisa memilih untuk mencari dan menikmati wisata budaya setempat yang bisa dialami dengan jalan-jalan dan melihat pemandangan, hingga pengalaman yang lebih hands-on, seperti kelas menenenun, membuat batik, dan merakit kerajinan lainnya bersama ahli dan penduduk setempat.

Tentu saja, hal-hal ini tidak dilakukan di suasana urban, melainkan pada area wisata yang kental nuansa wisatanya. Pengguna bisa menggabungkan kedua pengalaman menjadi satu dalam paket yang tersedia. Jadi, tur wisata budaya yang komplit dan otentik bisa dinikmati


Hingga saat ini, terdapat puluhan partner yang telah bergabung dengan homestay Endeso. Memasuki usia setengah tahun dengan tim berjumlah kurang dari 20 orang, tim startup ini tengah giatnya melakukan pembaharuan pada platform mereka, menambah jumlah partner dan pengguna, serta meningkatkan kualitas pengalaman dan homestay budaya dalam platform mereka.

Ingin memasukan pariwisata Indonesia seperti dua sosok founder Endeso ini? Yuk segera gabung dengan Jurusan Hospitality Business di Universitas Prasetiya Mulya!

Sumber gambar utama: Endeso.id

Have your say