more than sounds

More Than Sounds: Mempertemukan Musisi dan Penggemar dalam Ruang Spesial

Music is the wine that fills the cup of silence.” (Robert Fripp dalam Bill Martin, 2002)

Begitulah kata salah satu musisi hebat asal Britania Raya, Robert Fripp dalam kata pengantar buku Avant Rock: Experimental Music from the Beatles to Bjork. Coba perhatikan, kamu pasti menyetel radio atau memutar lagu favorit untuk menghindari kebosanan dan kecanggungan ketika terjebak macet. Bahkan, ada juga yang mengandalkan musik untuk healing ketika lelah beraktivitas sehari-hari.

Musik menjadi bagian penting dalam hidup manusia. Oleh sebab itu, pagelaran musik dirayakan besar-besaran. Bahkan, sudah ada banyak acara musik yang diadakan lebih dari satu hari. Mulai dari ruang tertutup yang gegap-gempita, hingga lapangan besar yang sangat meriah, semua bisa disajikan dengan begitu memukau. Akan tetapi, apakah orang-orang datang benar-benar untuk menikmati musik, karya intelektual para musisi, ataukah sekadar ingin berada dalam tren pergaulan?

Mungkin, bagi beberapa orang, hal itu nggak menjadi masalah. Yang penting, para pengunjungnya menikmati musik para musisi yang ada di atas panggung, kan? Para musisi pun bisa menampilkan karya hebat mereka. Namun, salah seorang lulusan Universitas Prasetiya Mulya angkatan 2013 bernama Irvano Ahadian Putra punya pendapat lain.

Bersama dengan teman satu jurusannya yang bernama Ben, Irvano membangun More Than Sounds. Apakah itu More Than Sounds dan sekeren apa mereka? Simak artikel ini hingga tuntas, ya!

Kenalan dengan More Than Sounds

more than sounds

Sumber: @morethansounds
 

Kenalan dulu, yuk, dengan More Than Sounds! More Than Sounds adalah sebuah platform yang mewadahi musisi dan penikmat musik dengan menyelenggarakan intimate concert di lokasi yang unik. Nama More Than Sounds sendiri dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa sebuah acara musik atau konser dapat menyuguhkan musik yang lebih dari sekadar alunan bunyi.

Mereka melihat banyak potensi dari musisi Indonesia, namun selama ini belum ada banyak wadah yang bisa mewadahi potensi mereka. Kalaupun ada, sangat sulit untuk tampil di atas panggung dengan apresiasi yang layak. Ditambah lagi, para penikmat musik juga harus dibebani dengan biaya yang mahal nggak setara dengan pelayanan yang diberikan. Oleh sebab itu, More Than Sounds lahir.

Sebenarnya, More Than Sounds termasuk ke dalam proyek akhir Irvano, Ben, dan kawan-kawan ketika kuliah. Mereka berpikir keras untuk menciptakan wadah bagi para musisi, baik yang sudah terkenal, maupun yang masih memulai kariernya supaya dapat lebih lagi memperkenalkan karya-karya mereka. Karena sifat event yang intimate, para penikmat musik, apalagi penggemar berat, bisa berinteraksi langsung dengan idola mereka!

Keunikan More Than Sounds yang Dicari Musisi dan Penikmat Musik Sejati

more than sounds

Sumber: @morethansounds
 

Kunci dari value proposition More Than Sounds adalah adanya keintiman antara musisi dengan penikmat musik lewat musik. Di sini, pokok utamanya adalah hubungan antara ketiganya, bukan pada sebuah konser yang ramai. More Than Sounds juga ingin sedikit “bermain” dengan para penikmat musik. Mereka selalu membuat pengumuman mendadak, misalkan dua minggu sebelum acara dimulai.

Lokasi acara pun dirahasiakan hingga H-1. Ditambah lagi, kursi yang disediakan sangat terbatas! Tapi, tenang aja. Yang nggak kebagian tiket bisa menyaksikan interaksi istimewa antara musisi, karya hebat mereka, dan para penikmat musik di kanal YouTube More Than Sounds. Tiba-tiba nggak bisa datang karena terhambat jarak? Kamu bisa mengutus temanmu untuk datang! Tapi, yakin kamu nggak mau berkorban sedikit demi kesempatan emas itu?

Kriteria Musisi yang Diundang Kerja Sama

more than soundsSumber: GIGSCORNER.com
 

Nah, pasti kamu penasaran siapa aja, sih, yang udah pernah More Than Sounds bantu? Sejak resmi didirikan, yaitu sekitar akhir tahun 2016 hingga awal tahun 2017, More Than Sounds udah mempertemukan beberapa musisi keren dengan penggemarnya yang nggak kalah keren. Ada Nadin Amizah alias @cakecaine, Nadya Fatira, Low Pink, hingga Teddy Adithya, serta Calvin Jeremy.

Biasanya, musisi yang ditampilkan oleh More Than Sounds adalah mereka yang sudah memiliki fanbase sendiri. Selain konser spesial, mereka juga biasa menyelenggarakan meet and greet, lho. Karena ingin intim dengan para penggemar, semua hal mulai dari konsep hingga lokasi udah dipikirkan secara matang oleh tim More Than Sounds dan musisi favoritmu. Inspiratif banget, ya?

Tips Membangun Bisnis Sendiri

more than soundsSumber: pixabay
 

Kamu juga punya banyak ide untuk bikin hal-hal keren seperti Irvano dan kawan-kawan dari jurusan Bisnis Universitas Prasetiya Mulya? Bisa, kok! Irvano punya beberapa tips untuk kalian. Secara umum, pebisnis itu memerlukan kegigihan, tekad, dan keinginan tinggi untuk belajar. Jangan segan untuk mencari ilmu dari orang-orang yang udah lebih berpengalaman. Selain itu, jangan sepelekan hal yang sering dilupakan ketika udah terjun ke eksekusi: bersenang-senanglah!

Supaya usaha yang dijalankan juga memiliki fondasi yang kokoh, kamu juga perlu perencanaan yang matang untuk bisnismu. Jangan sekali-kali mengendorkan jadwal operasional untuk rapat membahas rencana ke depan, minimal dua minggu ke depan. Usahakan juga untuk berinvestasi! Dalam ranah musik, investasikan asetmu ke peralatan audio dan visual yang menunjang acara.


Seperti yang sudah disinggung tadi, untuk memulai bisnis kamu memerlukan ilmu juga pengalaman. Di mana kamu bisa mendapatkannya sebelum benar-benar secara mandiri membangun bisnis? Tentunya institusi pendidikan merupakan tempat yang paling efisien untuk menimba ilmu, baik teori ataupun praktik, dari orang-orang yang ahli di bidangnya. Irvano sendiri melihat terdapat perbedaan dari orang yang belajar bisnis dan yang nggak ketika di lapangan. Apalagi, yang lulusan sekolah bisnis di Universitas Prasetiya Mulya dan yang bukan.

Ingin seperti Irvano dan kawan-kawan yang menginspirasi industri musik Indonesia? Atau ingin menciptakan mahakaryamu sendiri? Daftarkan dirimu segara di Universitas Prasetiya Mulya. Kamu bisa belajar lebih banyak lagi tentang Bisnis, Event, dan Hospitality dari tenaga ahli dan berpengalaman langsung di sini!

Sumber gambar utama: Entertainment Weekly

Have your say